1. 1.      PRAKTEK BIMBINGAN PERKAWINAN DITINJAU MENURUT HUKUM ISLAM (KAJIAN MODUL BIMBINGAN PERKAWINAN KECAMATAN MEURAXA BANDA ACEH) 2010
  2. 2.      AKIBAT HUKUM FASAKH TERHADAP ISTRI DALAM MASYARAKAT ACEH BESAR (STUDI KASUS DI MAHKAMAH SYAR’IYAH JANTHO ACEH BESAR)
  3. 3.      TANGGUNG JAWAB AHLI WARIS TERHADAP HUTANG SI MATI MENURUT HUKUM ISLAM
  4. 4.      ADAT MERASI DALAM PEMINANGAN DITINJAU MENURUT HUKUM ISLAM (STUDI KASUS DI KOTA BHARU KELANTAN MALAYSIA)
  5. 5.      PROSEDUR PERKAWINAN CAMPURAN MENURUT HUKUM INDONESIA DAN MALAYSIA
  6. 6.      FAKTOR-FAKTOR PENINGKATAN KADAR MAHAR DALAM PERKAWINAN (STUDI KASUS DALAM MASYARAKAT DI DAERAH KOTA BHARU, KELANTAN MALAYSIA
  7. 7.      NIKAH SIRRI DAN IMPLIKASINYA TERHADAP PERLINDUNGAN PEREMPUAN DAN ANAK
  8. 8.      POLIGAMI DITINJAU DARI SISI KEADILAN DALAM HUKUM ISLAM
  9. 9.      ESENSI MENUTUP AURAT MENURUT PENDAPAT QURAISH SHIHAB” (KAJIAN KHUMUR DAN JUYUP)
  10. 10.  PEMBAGIAN WARISAN ANTARA ANAK LAKI-LAKI DAN ANAK PEREMPUAN (ANALISIS GENDER MENURUT ULAMA DAYAH DI KAB. ACEH BESAR)
  11. 11.  PENGEMIS DITINJAU MENURUT HUKUM ISLAM
  12. 12.  EKSISTENSI DOKUMEN SEBAGAI ALAT BUKTI PERNIKAHAN KAJIAN TERHADAP TUJUAN PENSYARI’ATAN SAKSI DALAM PELAKSANAAN AKAD NIKAH)
  13. 13.  PENANGGULANGAN ANAK TERLANTAR DITINJAU MENURUT HUKUM ISLAM (ANALISIS UU NO. 23 TAHUN 2002 TENTANG PERLINDUNGAN ANAK)
  14. 14.  NURJEHAN BINTI MAT DAUD / 110807806 ZAKAT PIUTANG MENURUT HUKUM ISLAM (KAJIAN PENDAPAT HANAFIYYAH) 2010
  15. 15.  TUNTUTAN TUNGGAKAN NAFKAH ANAK KAJIAN ENAKMEN KELANTAN NO.6 TAHUN 2002 (STUDI KASUS DI MAHKAMAH SYARI’AH KOTA BHARU KELANTAN) 2010
  16. 16.  PERNIKAHAN ANAK DIBAWAH UMUR DI NEGERI KELANTAN MALAYSIA ( STUDI KASUS DI MAHKAMAH SYARI’AH KOTA BHARU KELANTAN) 2010
  17. 17.  KRITERIA MAKANAN DALAM PENETAPAN LOGO HALAL (KAJIAN MEKANISME JAKIM DAN PPIM MALAYSIA) 2010
  18. 18.  PEMBAGIAN HARTA BERSAMA DALAM POLIGAMI (STUDI KASUS DI MAHKAMAH SYARI’AH NEGERI JOHOR, MALAYSIA) 2010
  19. 19.  ANALISIS SITEM BAGI HASIL PADA PEMBIAYAAN BAI’L BI TSAMAN AJIL DI BAITUL QIRADH BAITURRAHMAN BAZNAS MADANI BANDA ACEH 2010
  20. 20.  PERANAN TOKOH ADAT TERHADAP PERNIKAHAN KASUS KHALWAT (SUATU KASUS DIKECAMATAN BLANG KEJEREN KABUPATEN GAYO LUES) 2010
  21. 21.  JAMINAN PERLINDUNGAN TERHADAP ANAK ANGKAT (KAJIAN TERHADAP PENERAPAN PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN DI INDONESIA) 2010
  22. 22.  AKAD JUAL BELI DALAM PEMBAYARAN ZAKAT FITRAH DENGAN UANG (STUDI KASUS DI KECAMATAN SIMPANG KANAN ACEH SINGKIL) 2010
  23. 23.  IMPLIKASI BANK ASI (AIR SUSU IBU) TERHADAP HUKUM RDHA’AH: WACANA PEMIKIRAN YUSUF QARDHAWI 2010
  24. 24.  TANGGUNG JAWAB ANAK PEREMPUAN DALAM KELUARGA DAN DAN IMPLIKASINYA TERHADAP SYSTEM KEWARISAN (KAJIAN TERHADAP ADAT PERPATIH MASYARAKAT REMBAU, NEGERI SEMBILAN) 2010
  25. 25.  PEMBAGIAN HARTA BERSAMA DALAM POLIGAMI (STUDI KASUS DI MAHKAMAH SYARI’AH NEGERI KELANTAN, MALAYSIA) 2010
  26. 26.  PEMAKAIAN CADAR BAGI WANITA DITINJAU DARI SEGI HUKUM ISLAM 2010
  27. 27.  KAWIN MISYAR MENURUT HUKUM ISLAM (KAJIAN FATWA KONTEMPORER YUSUF QARDHAWI) 2010
  28. 28.  WASIAT TRANSPLANTASI ORGAN FISIK MANUSIA MENURUT HUKUM ISLAM 2010
  29. 29.  KONSEP KAFA’AH DALAM PERNIKAHAN DAN KONSEKUENSINYA DALAM RUMAH TANGGA (KAJIAN FIQH EMPAT MAZHAB) 2010
  30. 30.  MU’AYANAH DALAM KESAKSIAN PERKAWINAN (KAJIAN TERHADAP PANDANGAN MAZHAB SYAFI’IYAH) 2010
  31. 31.  POLIGAMI SEBAGAI ALAS AN PERCERAIAN (ANALISIS YURISPRUDENSI PADA MAHKAMAH SYARI’AH BANDA ACEH) 2010
  32. 32.  PEMBAYARAN DAM HAJI DENGAN UANG DALAM PERSPEKTIF HUKUM ISLAM 2010
  33. 33.  AKIBAT HUKUM FASAKH TERHADAP ISTERI DALAM MASYARAKAT ACEH BESAR (STUDI KASUS DI MAHKAMAH SYARI’AH JANTHO ACEH BESAR) 2010
  34. 34.  PROSESI WALIMAH DALAM PERKAWINAN DI RANTAU PANJANG KELANTAN DITINJAU MENURUT HUKUM ISLAM 2010
  35. 35.  KEKERASAN DALAM RUMAH TANGGA BERBASIS GENDER DALAM PERSPEKTIF ISLAM (KAJIAN TERHADAP SURAT AN-NISA’ AYAT 34) 2010
  36. 36.  ADAT PEMINANGAN MELALAKEN DALAM PERSPEKTIF HUKUM ISLAM (STUDI KASUS DI KECAMATAN SIMPANG KANAN KABUPATEN ACEH SINGKIL) 2010
  37. 37.  KRITERIA ISTITA’AH DALAM BERHAJI (KAJIAN FIQH KONTEMPORER) 2010
  38. 38.  PENENTUAN KADAR MUT’AH BAGI ISTERI KARIR (STUDI KASUS DI MAHKAMAH SYARI’AH KELANTAN) 2010
  39. 39.  WACANA PEMBINAAN PELAKU NIKAH SIRRI MENURUT KAJIAN HUKUM ISLAM 2010
  40. 40.  WAKAF TUNAI DITINJAU MENURUT HUKUM ISLAM (KAJIAN KEPUTUSAN MAJLIS PENGURUSAN AGAMA ISLAM KELANTAN MALAYSIA) 2010
  41. 41.  KEDUDUKAN JABATAN KEBIJAKAN MASYARAKAT (JKM) SEBAGAI LEMBAGA PENGAWAS ADAT ANGKAT 2010
  42. 42.  TEKNIK RUKYAH YANG DILAKUKAN OLEH ULAMA DAYAH DALAM PENENTUAN AWAL DAN AKHIR RAMADHAN (STUDI KASUS DIKABUPATEN ACEH BARAT DAYA) 2010
  43. 43.  HUKUM PEMAMFAATAN BIJI KOPI DARI KOTORAN MUSANG 2010
  44. 44.  LARANGAN MEMPEKERJAKAN ANAK DIBAWAH UMUR (STUDI ANALISIS UU NO. 23 TAHUN 2002 DAN HUKUM ISLAM) 2010
  45. 45.  TEST HIV SEBAGAI SYARAT AKAD NIKAH (TINJAUAN MASLAHAH AL-MURSALAH: STUDI KASUS ENAKMEN UNDANG-UNDANG KELUARGA ISLAM KELANTAN MALAYSIA) 2010
  46. 46.  KEDUDUKAN HARTA BAWAAN DALAM KEWARISAN PADA MASYARAAT DAERAH RANTAU PANJANG KELANTAN MALAYSIA 2010
  47. 47.  KEDEWASAAN DALAM USIA PERKAWINAN DITINJAU DARI PERSPEKTIF HUKUM ISLAM 2010
    48. KEWARISAN DARI NON MUSLIM (KAJIAN TERHADAP PEMIKIRAN YUSUF QARDHAWI) 2010
  48. 48.  KEDUDUKAN MAJLIS AGAMA ISLAM KELANTAN (MAIK) DALAM PENGELOLAAN HARTA WAQAF 2010
  49. 49.  PERSETUJUAN ISTERI SEBAGAI SYARAT SAH RUJUK (KAJIAN TERHADAP PASAL 164 DAN 165 KHI) 2010
  50. 50.  PANDANGAN ULAMA DAYAH TERHADAP HARTA BERSAMA ANTARA SUAMI ISTERI (SUATU PENELITIAN DI KABUPATEN ACEH UTARA) 2010
  51. 51.  HARAM MEROKOK MENURUT MAJELIS TARJIH DAN TAJDID PP MUHAMMADIYAH PUSAT (KAJIAN ANALISIS DARI SEGI METODE ISTIMBAT HUKUM DAN KEMASLAHATAN) 2010
  52. 52.  HAK-HAK WANITA SETELAH PUTUS PERTUNANGAN (KAJIAN MENURUT ENAKMEN KELUARGA ISLAM NEGERI PERAK MALAYSIA DITINJAU DARI SEGI HUKUM ISLAM) 2010
  53. 53.  PENGGUNAAN ORGAN HEWAN DAN PENGARUHNYA TERHADAP IBADAH SHALAT (KAJIAN KRITIS TERHADAP PENDAPAT YUSUF AL-QARDHAWI) 2010
  54. 54.  IKRAR TA’LIQ TALAQ DAN UPAYA PERLINDUNGAN PEREMPUAN DI WILAYAH PERSEKUTUAN KUALA LUMPUR. 2010
  55. 55.  PENERAPAN KEWAJIABN PEMAKAIAN ROK BAGI PEREMPUAN DALAM PERSPEKTIF HUKUM ISLAM (STUDI KASUS DI MEULABOUH KABUPATEN ACEH BARAT) 2010
  56. 56.  KEDUDUKAN HAK ISTERI PASCA PERCERAIAN TERHADAP PENGHASILAN SUAMI PNS SI MAHKAMAH SYARI’AH TINJAUAN TERHADAP PP NO. 45 TAHUN 1990. 2010
  57. 57.  METODE PROPOSAL DALAM MENCARI JODOH PADA PARTAI KEADILAN SEJAHTERA KOTA BANDA ACEH. 2010
  58. 58.  RUJUK TANPA PERSETUJUAN PENGADILAN (STUDI KASUS DI KOTA BHARU KELANTAN) 2010
  59. 59.  STUDI TERHADAP PEMIKIRAN M. QURAISH SHIHAB TENTANG ADIL DALAM POLIGAMI 2010
  60. 60.  PREMARITAL CHECK UP SEBAGAI SALAH SATU SYARAT PERNIKAHAN (KAJIAN PERSPEKTIF FIQH) 2010
  61. 61.  DAMPAK TELEKOMUNKASI TERHADAP KONFLIK RUMAH TANGGA (KAJIAN PUTUSAN MAHKAMAH SYARI’AH BANDA ACEH) 2010
  62. 62.  SYSTEM RUKYAT DALAM PENENTUAN AWAL RAMADHAN (ANALISIS KEPUTUSAN MAJELIS SYURA NU) 2010
  63. 63.  PERANAN BADAN PENASEHATAN, PEMBINAAN DAN PELESTARIAN PERKAWINAN (BP4) KECAMATAN KLUET UTARA DALAM MENGARUNGI FREKUENSI TERJADINYA PERCERAIAN 2010
  64. 64.  ANALISIS PUTUSAN HAKIM TERHADAP PERKARA PERCERAIAN DENGAN ALAS AN IMPOTENSI (STUDI KASUS DI MAHKAMAH SYARI’AH ACEH) 2010
  65. 65.  PENENTUAN AWAL WAKTU SHALAT (SUATU KAJIAN TERHADAP SYSTEM EPHEMERIS) 2010
  66. 66.  POLIGAMI DALAM PRAKTEK MASYARAKAT AYER HITAM BATU PAHAT JOHOR MALAYSIA (KAJIAN KONSEP KEADILAN TERHADAP PELAKU PRAKTIK POLIGAMI) 2010
  67. 67.  SALAM KERUK DALAM WALIMATUL URUS DITINJAU MENURUT HUKUM ISLAM (STUDI KASUS DI TANAH MERAH KELANTAN MALAYSIA) 2010
  68. 68.  FARAQ DALAM PERNIKAHAN SINDIKET MENURUT HUKUM ISLAM (KAJIAN TERHADAP ENAKMEN 17 TAHUN 2003 UNDANG-UNDANG KELUARGA ISLAM NEGERI JOHOR) 2010
  69. 69.  KEWENANGAN THALAQ DAN KHULU’ DALAM PERSPEKTIF HUKUM ISLAM (STUDI KASUS DI KOTA BANDA ACEH) 2010
  70. 70.  PERAN MEDIASI TERHADAP KASUS PERCERAIAN DITINJAU DALAM HUKUM ISLAM 2010
  71. HUKUMAN RAJAM DALAM ISLAM
  72. STUDI TERHADAP PEMIKIRAN MUHAMMAD ALI DALAM BUKUNYA “ISLAMOLOGI”
  73. TINJAUAN HUKUM ISLAM TERHADAP TRADISI BUSA- NA BAJU BODO PADA MASYARAKAT SULAWESI SELATAN
  74.  PERAN LEMBAGA KOMNASHAM TERHADAP PERLINDUNGAN HAK AZASI MANUSIA DALAM PERSPEKTIF HUKUM ISLAM
  75. STUDI PERBANDINGAN TENTANG MENIKAHI WANITA HAMIL, KARENA ZINA MENURUT MAZHAB HANAFI, MALIKI, SYAFI; HAMBALI.
  76. TINJAUAN HUKUM ISLAM TERHADAP PENERAPAN PASAL 22 – 24 UU No 3 TH 1997 TENTANG KEJAHATAN ANAK
  77. KEDUDUKAN WANITA MENJADI SAKSI DALAM PERSPEKTIF IMAM SYAFI’I DAN IMAM ABU HANAFIAH (TELAAH PERBANDINGAN)
  78. KONTRIBUSI ‘URF TERHADAP PEMBINAAN HUKUM POSITIF DI INDONESIA
  79. TINJAUAN HUKUM ISLAM TERHADAP SUROGALY
  80. BATAS KEMAMPUAN MENIKAH DITINJAU DARIHUKUM ISLAM (TELAAH ANALITIK TERHADAP PASAL 7 UU NO. 1 TH 1974)
  81. KONTRIBUSI ‘URF  TERHADAP PEMBINAAN HUKUM POSITIF DI INDONESIA
  82. STUDI PERBANDINGAN ANTARA NGABEN DALAM AGAMA HINDU DI KABUPATEN  KARANG ASEM DAN PERAWATAN JENAZAH DALAM HUKUM ISLAM
  83. REFORMULASI EPISTEMOLOGI HUKUM ISLAM (MENUJU KE ARAH FIQH INDONESIA)
  84. TINJAUAN YURIDIS TERHADAP ALASAN-ALASAN POLIGAMI DI PENGADILAN AGAMA WATES
  85. TELAAH PERANAN NADZIR DALAM PERWAKAFAN DI INDONESIA (STUDI TERHADAP PP NO. 28/1977 DAN KOMPILASI HUKUM ISLAM)
  86. TINJAUAN HUKUM ISLAM TERHADAP PASAL 4 MENGENAI SANITASI PANGAN UNDANG-UNDANG NO 7 TH 1996
  87. TINJAUAN HUKUM ISLAM TERHADAP TRADISI BUSANA BAJU BODO PADA MASYARAKAT SULAWESI SELATAN
  88. TINJAUAN HUKUM ISLAM TERHADAP YURISPRUDENSI SEBAGAI SUMBER HUKUM FORMAL
  89. STUDI KASUS TENTANG NIKAH MUT’AH DI KECAMATAN SIDOHARJO SRAGEN JAWA TENGAH
  90. ANALISIS FILOSOFIS TERHADAP PASAL 185 KOMPILASI HUKUM ISLAM TENTANG PENGGANTIAN AHLI WARIS
  91. LEGISLASI HUKUM ISLAM DI INDONESIA TINJAUAN YURIDIS
  92. DELIK LINGKUNGAN HIDUP DALAM TINJAUAN HUKUM ISLAM. (STUDI PASAL 22 UU NO 4 TH 1992 TENTANG KETENTUAN-KETENTUAN POKOK PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP)
  93. TINJAUAN HUKUM ISLAM TERHADAP PENYERAHAN CONSTITUTUM POSSESSORIUM SEBAGAI SEBAB PEMILIKAN DALAM HUKUM PERDATA
  94. TINJAUAN HUKUM ISLAM TERHADAP TRANSAKSI DERIVATIF
  95. PELAKSANAAN ZAKAT PADA BAITUL MAAL BALAI USAHA MANDIRI TERPADU “SHAFT” SEMARANG
  96. QIYAS SEBAGAI DASAR PENGHARAMAN NAPZA
  97. IMAMAH DALAM PANDANGAN POLITIK SUNNI DAN SYI’AH (STUDI PERBANDINGAN)
  98. PEMIKIRAN AHMAD AHZAR BASYIR MENGENAI ELASTISITAS HUKUM ISLAM
  99. PEMIKIRAN YUSUF AL-QARDAWI TENTANG ZAKAT DAN PAJAK   SY.29/AJ PANDANGAN AL-GHAZALI TENTANG ISTIHSAN DAN ISTISLAH
  100. TINJAUAN HUKUM ISLAM TERHADAP UNDANG-UNDANG NO 25 TH 1997 TENTANG KETENAGA KERJAAN (TELAAH ANALISIS TERHADAP 25 DAN 92 TENTANG KESEMPATAN DALAM MEMPEROLEH PEKERJAAN BAGI PRIA DAN WANITA)
  101. ANALISIS TERHADAP PEMIKIRAN PROF. DR. H. MUNAWIR SADZALI TENTANG KONSEP KETATA NEGARAAN DALAM ISLAM   SY.32/AJ STUDI ANALISIS TENTANG TAKSASI BIAYA HADHANAH DALAM DIKTUM PUTUSAN PERADILAN AGAMA DISEBABKAN PERUBAHAN FLUKTUASI NILAI TUKAR RUPIAH (STUDI KASUS DI PENGADILAN AGAMA SLEMAN)
  102. TINJAUAN HUKUM ISLAM TERHADAP PASAL45 PP NO 9 TH 1975 TENTANG KETENTUAN DIADA DALAM PERKAWINAN
  103. TINJAUAN HUKUM ISLAM TERHADAP PELAKSANAAN JAMINAN SOSIAL TENAGA KERJA DI HOTEL AMBARUKMO DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA
  104. URGENSITAS BANTUAN HUKUM TERHADAP TERWUJUDNYA HAK ASASI MANUSIA MENURUT HUKUM ISLAM
  105. TINJAUAN HUKUM ISLAM TERHADAP PENIMBUNAN BARANG DALAM AKTIVITAS EKONOMI
  106. TINJAUAN HUKUM ISLAM TERHADAP PERTANGGUNG- AN JIWA DARI ASURANSI JIWA  BERSAMA BUMI PUTERA 1912, RAYON WATES
  107. TINJAUAN HUKUM ISLAM TERHADAP PELAKSANAAN PEMBAGIAN WARIS DI KECAMATAN MUARA SIAU DI KABUPATEN SAROLANGUN BANGKO, PROPINSI JAMBI
  108. FASID NIKAH KARENA WALI TIDAK SAH DAN AKIBAT HUKUMNYA (STUDY ANALISIS TERHADAP PUTUSAN PENGADILAN AGAMA KEBUMEN)
  109. STUDI PERBANDINGAN TENTANG KEDUDUKAN WALI NIKAH BAGI SEORANG JANDA MENURUT PENDAPAT ABU HANAFIAH DAN IBNU HAZM
  110. PENERAPAN SADDUZ-ZARI’AH PADA PERKAWINAN ANTAR AGAMA (ANTARA LAKI-LAKI MUSLIM DENGAN WANITA AL- SEGI-SEGI POSITIF NIKAH MASAL DI PONDOK PESAN TREN “ASSALAM” SUKOHARJO. DITINJAU DARI SYARI’AT ISLAM DAN UNDANG-UNDANG PERKAWINAN DI INDONESIA
  111. PENGARUH PENERAPAN HAK OPSI TERHADAP KESADARAN HULUM UMAT ISLAM DALAM PENYELESAIAN PERKARA WARIS (STUDI KASUS DI PENGADILAN AGAMA AMBARAWA DAN PENGADILAN NEGRI KAB. SEMARANG
  112. TINDAK PIDANA PENCURIAN OLEH PENDERITA KLEPTOMANIA DALAM PERSPEKTIF HUKUM ISLAM
  113. TINJAUAN HUKUM ISLAM TENTANG PENGANIAYAAN SUAMI TERHADAP ISTRI DAPAT DIJADIKAN SEBAGAI ALASAN PERCERAIAN (STUDI ANALISIS TERHADAP ASAL 351 KUHP)
  114. KONSEP FASAKH NIKAH MENURUT IMAM AS-SYAFII SERTA RELEVANSINYA DENGAN KOMPILASI HUKUM ISLAM
  115. TINJAUAN HUKUM ISLAM TERHADAP PEMBERIAN HARTA ORANG TUA KEPADA ANAK DALAM ADAT DI KECAMATAN TAHUNAN KAB. JEPARA
  116. FATWA-FATWA MAJLIS ULAMA INDONESIA (TELAAH PENGARUH PERKEMBANGAN POLITIK DALAM PEMIKIRAN HUKUM ISLAM)
  117. PELAKSANAAN HUKUM WARIS ISLAM PADA MASYARAKAT PTRILINEAL / TAPANULI SELATAN
  118. PROBLEMATIKA DAN PENYELESAIAN PERWAKAFAN TANAH MILIK DI KECAMATAN TANON KABUPATEN SRAGEN SETELAH KELUARNYA PP NO 28 TH 1977
  119. KEKERASAN TERHADAP ISTRI DALAM RUMAH TANGGA SEB. ALASAN PERCERAIAN DI P.A. SLEMAN
  120. STUDI ANALISIS TERHADAP PEMIKIRAN K H MOENAWAR CHALIL TENTANG IJMA’ SESUDAH MASA SAHABAT
  121. PERCERAIAN DI P.A. YOGYAKARTA (STUDI ANALITIK TERHADAP ALASAN PUTUSAN HAKIM)
  122. STUDI ANALITIK TERHADAP PERJANJIAN PERKAWINAN DALAM UNDANG-UNDANG NO.1 TH 1974 & KOMPILASI HUKUM ISLAM
  123. REALISASI HADANAH DAN NAFKAH ANAK SETELAH TERJADI PERCERAIAN DI P.A. (STUDI KASUS DI KEC. NGAGLIK)
  124. VERSTEK DI PERADILAN AGAMA. DITINJAU DARI HUKUM ISLAM (STUDI KASUS PERCERAIAN P.A. YOGYAKARTA
  125. PERSOALAN SEKSUAL YANG BERAKIBAT PERSELISIHAN SUAMI ISTRI SEBAGAI ALASAN PERCERAIAN (STUDI KASUS DI P.A. PEMALANG)
  126. PEMBATALAN PERKAWINAN KARENA MENGAWINI ANAK TIRI, DI P.A. WONOGIRI (STUDI ANALITIK TERHADAP PUTUSAN P.A. WONOGIRI)
  127. PENERAPAN MASALAH MURSALAH DALAM BERBAGAI PRODUK HUKUM ISLAM DI INDONESIA
  128. STUDI KOMPARASI ANTARA PANDANGAN IBNU HAZM & ASY-SYAFI’I MENGENAI PUASA RAMADHAN BAGI WANITA HAMIL & WANITA MENYUSUI
  129. KONSEP MAWADDAH WA RAHMAH DALAM HUKUM PERKAWINAN ISLAM 96 PERA.19/AJ PELAKSANAAN HUKUM WARIS BAGI KAUM WARIA MUSLIM YANG TERGABUNG DALAM IWAYO
  130. PEMBAGIAN WARISAN SEBELUM PEWARIS MENINGGAL DUNIA PADA MASYARAKAT ADAT BANYUMAS DITINJAU DARI HUKUM ISLAM
  131. ASAN DAN PANDANGANNYA TERHADAP LOTRE
  132. PEMILIHAN JODOH DALAM ISLAM
  133. PROBLEMATIKA WASIAT WAJIBAH DALAM HUKUM ISLAM (STUDI ANALISIS TERHADAP PENDAPAT ULAMA YANG PRO & YANG KONTRA)
  134. ADAT PERKAWINAN MASYARAKAT SAMIN DI KAB. BLORA DAN KEMUNGKINAN-KEMUNGKINAN ADA PENGARUH ISLAM DI DALAMNYA
  135. PENGARUH ADAT DALAM PEMBINAAN DAN PENERAPAN HUKUM ISLAM
  136. TINJAUAN HUKUM ISLAM THD ADAT PERKAWINAN BATAK MANDAILING DI KECAMATAN SIABU, KAB. TAPANULI SELATAN
  137. WALI MUJBIR DALAM KAITANNYA DENGAN PRINSIP PERKAWINAN   MENURUT  UNDANG-UNDANG NO. 1 TH 1974
  138. TINJAUAN HUKUM ISLAM TERHADAP PERMASALAHAN KAWIN DAMPULAN & UPAYA PENANGANANNYA
  139. PANDANGAN IMAM ASY-SYAFI’I TENTANG IJMA’ SEBAGAI SUMBER PENETAPAN HUKUM ISLAM DAN RELEVANSINYA DENGAN PERKEMBANGAN HUKUM ISLAM DEWASA INI)
  140. EVALUASI PELAKSANAAN UNDANG-UNDANG NO. 1 TH 1974 SEJAK 1986 – 1995 (STUDI ATAS PELAKSANA AN PERKAWINAN DI KAB. NGAWI)
  141. AHLI WARIS TELAH SEPERJANJIAN (STUDI ANALISIS TERHADAP PERSEPSI HAZAIBIN DALAM PERPEKTIF HUKUM ISLAM).
  142. PERWAKAFAN TANAH MILIK DI KOTA MADYA JOGYAKARTA (STUDI KASUS TERHADAP MAJLIS WAKAF DAN KEHARTABENDAAN MUHAMMADIYAH KODYA YOGYAKARTA SEBAGAI NAZIR)
  143. PENGARUH SOSIAL BUDAYA DALAM PEMIKIRAN HUKUM ISLAM DI INDONESIA (TINJAUAN ATAS LEGISLASI HUKUM ISLAM DI INDONESIA)
  144. KEMASLAHATAN SEBAGAI DASAR PERTIMBANGAN BAGI PENETAPAN HUKUM ISLAM
  145. MASLAHAH MURSALAH SEBAGAI LANDASAN PENETAPAN HUKUM (STUDI KOMPARASI ANTARA PENDAPAT AL-GAZALI & AT-TUFI)
  146. PENGINGKARAN SUAMI TERHADAP SAHNYA ANAK MENURUT HUKUM ISLAM & HUKUM POSITIF
  147. SUAMI MAHQUD & PERMASALAHANNYA TINJAUAN ULANG TERHADAP QALL QADIM DAN JADID AS-SYAFII
  148. AKTA DI BAWAH TANGAN SEBAGAI ALAT BUKTI DALAM TINJAUAN HUKUM ISLAM
  149. TINJAUAN HUKUM ISLAM TERHADAP HUKUM WARIS ADAT SUKU BANJAR (HARTA PERPANTANGAN) DI KAB. HULU SUNGAI TENGAH, KALIMANTAN SELATAN.
  150. SAKTI SEBAGAI ALAT BUKTI DALAM PENGENDALIAN DENGAN BERBAGAI PERMASALAHAN (STUDI KOMPARATIF ANTARA HUKUM POSITIF DAN HUKUM ISLAM)
  151. SIKAP SEORANG MUSLIM MENGHADAPI MASALAH KHILAFIYAH DALAM HUKUM ISLAM
  152. PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP ANAK LUAR KAWIN DI INDONESIA (SUATU STUDI BANDING)
  153. 89 PERA.43/AJ PEMBERIAN DISPENSASI PERKAWINAN DI BAWAH UMUR DALAM UNDANG-UNDANG NO. 1 TH 1974 DITINJAU DARI SEGI HK. ISLAM (STUDI DI P.A. KODYA YOGYAKARTA)
  154. PERANAN RA’YU DALAM ISTIHSAN DAN RELEVANSINYA DENGAN PERMASALAHAN HUKUM DI INDONESIA
  155. SIKAP HUKUM ISLAM TERHADAP SISTEM HUKUM WARIS ADAT (PTRILINIAL, MATRILINIAL & PARENTAL)
  156. PENGARUH ISTRI BEKERJA TERHADAP KEHIDUPAN RUMAH TANGGA DI KECAMATAN BANJARNEGARA PROPINSI JATENG (STUDI ANALITIS HK. ISLAM)
  157. PERCERAIAN DENGAN ALASAN ZINA DAN PEMBUKTIAANNYA DI P.A. DALAM PERSPEKTIF HUKUM ISLAM (STUDI TERHADAP PUTUSAN P.A. YOGYAKARTA TH 1994)
  158. PELAKSANAAN PERMENDAGRI NO.4 TH 1982 TENTANG KEDUDUKAN DAN KEDUDUKAN KEUANGAN KADES, SKDES, KAUR & KADUS DITINJAU DARI HK. ISLAM (STUDI KASUS DI KECAMATAN PANGKAH DI KAB. TEGAL.
  159. TINJAUAN HUKUM ISLAM TERHADAP PEMBUKTIAN DENGAN TULISAN DALAM HUKUM ACARA PERDATA
  160. TINJAUAN HUKUM ISLAM TERHADAP PELAKSANAAN PERJANJIAN JUAL BELI TEBASAN PADI DI DESA MULUR KEC. BENDOSARI, KAB. SUKOHARJO
  161. PELAKSANAAN PELELANGAN DALAM PERJANJIAN GADAI MENURUT PANDANGAN HK ISLAM (STUDI KASUS DI PERUM. PEGADAIAN DI CAB. BASEN KOTAGEDE, YOGYA)
  162. KEWARISAN AHLI WARIS BATALI SABAB DALAM ADAT MINANGKABAU DI TINJAU DARI HK ISLAM. (STUDI DI DAERAH TK II KAB AGAM, SUMATRA BARAT)
  163. AKIBAT HUKUM KEMATIAN SALAH SATU PIHAK TERHADAP PERJANJIAN SEWA MENYEWA MENURUT ABU HANIFAH & HK LOSITIF,
  164. MEMBUKA TANAH DAN KEPEMILIKANNYA DALAM  PERSPEKTIF HK AGARIA NASIONAL DAN HUKUM ISLAM (SEBUAH STUDI KOMPARASI)
  165. TINJAUAN HUKUM ISLAM TERHADAP PELAKSANAAN GADAI TANAH DI DESA TUNGGAL ROSO, PREMBUN, KEBUMEN – JATENG
  166. STUDI TENTANG JARIMAH GAIRU TAMMAH DALAM HUKUM PIDANA ISLAM DAN PERCOBAAN MELAKUKAN KEJAHATAN DALAM KITAB UNDANG-UNDANG DAN HUKUM PIDANA INDONESIA (KUHP)
  167. ANALISA TERHADAP PASAL 53 KOMPILASI HUKUM ISLAM DARI SEGI MASLAHAH MURSALAH (BERDASARKAN PENDAPAT DARI PARA ULAMA)
  168. TINJAUAN HUKUM ISLAM TENTANG PUTUSAN BEBAS (VRIJSPAARK) DALAM KUHP
  169. TINJAUAN HUKUM ISLAM TERHADAP PELAKSANAAN PERADILAN ANAK DI PADANG SIDEMPUAN
  170. INSEMINASI BUATAN DARI BENIH SUAMI YANG TELAH MENINGGAL DUNIA ATAU BENIH BEKU DALAM TINJAUAN HUKUM ISLAM
  171. TINJAUAN HUKUM ISLAM TERHADAP PELAKSANAAN GADAI & JUAL MUSIMAN BUAH-BUAHAN DI DESA  BAMBUSARI, KEC. KAJORAN, KAB. MAGELANG
  172. TINJAUAN HK ISLAM TERHADAP  PIDANA BERSYARAT DALAM KUHP
  173. TINJAUAN HUKUM ISLAM TERHADAP KEJAHATAN PERKOSAAN PASAL 285 KUHP
  174. DIMENSI KEMANUSIAAN DALAM HUKUMAN JARIMAH HIRABAH DALAM SYARIAH
  175. 92 PP.03/AJ TINJAUAN HUKUM ISLAM TERHADAP DELIK AGAMA DALAM HUKUM PIDANA INDONESIA
  176. TINJAUAN HUKUM ISLAM TERHADAP WANPRESTASI DAN PENYELESAIAANYA DALAM KREDIT PEMILIKAN RUMAH DI MOJOSONGO, KEC. JEBRES, KODYA SURAKARTA
  177. TINJAUAN HUKUM ISLAM TERHADAP JUAL BELI TANAH SAWAH SISTEM TAHUNAN DI DESA LEMBUPURWO, KECAMATAN MIRIT, KAB. KEBUMEN
  178. PELAKSANAAN IJON DI KEC. KEDIRI, LOMBOK BARAT DITINJAU DARI HUKUM ISLAM
  179. STUDI KOMPARATIF ANTARA HUKUMISLAM DENGAN HUKUM PERDATA DI INDONESA, TENTANG PEMILIKAN BENDA TETAP
  180. ANDANGAN HUKUM ISLAM TERHADAP SISTEM UPAH PEKERJA TANAM PADI DI DESA KALI TIRTO, KEC. BERBAH, KAB SLEMAN
  181. SISTEM PERBURUHSN PADA PERUSAHAAN GENTENG MAS  SOKKA DI SRUWENG, KEBUMAN DITINJAU DARI HUKUM ISLAM
  182. TINJAUAN HUKUM ISLAM TERHADAP JUAL BELI AYAM PEDAGING SISTEM KONTRAK DIDESA SINDANG KEMPENG, KEC. BEBER, KAB CIREBON
  183. STUDI BANDING TENTANG EFEKTIFITAS HUKUMAN BAGI KEJAHATAN PEMBUNUHAN DALAM HUKUM PIDANA & HUKUM PIDANA ISLAM
  184. SEWA LELANG TANAH PANGONAN DI DESA SUGISTUA KEC. ANJATAN,  KAB. INDRAMAYU DITINJAU MENURUT HUKUM ISLAM
  185. KECAKAPAN MENERIMA HAK & KECAKAPAN MELAKUKAN PERBUATAN HUKUM MENURUT HUKUM PERDATA & HUKUM ISLAM (SUATU STUDI PERBANDINGAN)
  186. TINJAUAN HUKUM ISLAM TENTANG PERADILAN TATA USAHA NEGARA DI INDONESIA
  187. DELIK AGAMA DALAM KUHP DITINJAU DARI HUKUM ISLAM
  188. STUDI PERBANDINGAN ANTARA HUKUM PIDANA POSITIF DRNGAN HUKUM PIDANA ISLAM MENGENAI EKSEKUSI BAGI PELAKU TINDAK PIDANA YANG BERPENYAKIT GULA
  189. TINJAUAN HUKUM ISLAM TERHADAP PELAKSANAAN PERJANJIAN INDUSTRI ANTARA PT ANEKA KARYA DENGAN PERUSAHAAN ANAK CABANG DI BATUR CEPER, KLATEN
  190. SISTEM JUAL BELI TEMBAKAU IMBON DI DESA WONOTIRTO DITINJAU HUKUM ISLAM
  191. SISTEM PERBURUHAN PD PERUSAHAAN BATIK CV. SOEMIHARDJO DI KODYA YOGYAKARTA DITINJAU DARI HUKUM ISLAM
  192. TINJAUAN HUKUM ISLAM TERHADAP ASAS PARTNERSHIP DALAM HUBUNGAN PERBURUHAN (SEBUAH STUDI KASUS DI UNIT SPSI DI HOTEL CAKRA
  193. KETENTUAN-KETENTUAN RUJU’ MENURUT PENDAPAT IBNU HAZM DAN ASY SYAFI’I
  194. WANITA SEBAGAI ISTRI DALAM PANDANGAN ADAT JAWA & ISLAM (STUDI KOMPARASI TENTANG KEDUDUKAN & PERANANNYA DALAM RUMAH TANGG DAN MASYARAKAT JAWA TENGAH
  195. PENGARUH PEMIKIRAN IMAM SYAFI’I TERHADAP PENCABUTAN KESAKSIAN DALAM BERITA ACARA PEMERIKSAAN DI PENGADILAN DI INDONESIA
  196. KEDUDUKAN NAFKAH SELAMA MASSA IDDAH BAGIISTRI YANG DI TALAK BA’IN MENURUT MADZHAB HANAFI & MADHZAB SYAFI’I (STUDI KOMPARASI)
  197. STUDI PERBANDINGAN ANTARA ULAMA MALIKIYAH DAN SYAFI’IYAH TENTANG CACAT DIJADIKAN KHIYAR DAN FASAKH DALAM PERNIKAHAN
  198. TALFIQ DALAM PANDANGAN FULQAHA DAN APLIKASINYA DALAM KOMPILASI HUKUM DI INDINESIA
  199. IJTIHAD SYEIKH MUHAMMAD ARSYAD AL-BANJAR TENTANG PELAKSANAAN SHALAT BERJAMAAN
  200. SANKSI HUKUM TERHADAP PELAKU EUTHANSIA YANG DIPAKSA MENURUT  KUHP DAN HUKUM ISLAM
  201. PERGOLAKAN SIPIL DI ACEH DALAM PERSPEKTIF HUKUM PIDANA ISLAM (STUDI GERAKAN TENGKU MUHAMMAD DAUD BEUREUH & TENGKU MUHAMMAD HASAN TIRO)
  202. PENGARUH TIPE KEPEMIMPINAN DEMOKRATIS TERHADAP DISIPLIN KERJA DALAM PERSPEKTIF HUKUM ISLAM
  203. IMPLEMENTASI PASAL 53 KOMPILASI HUKUM ISLAM TENTANG PERKAWINAN WANITA HAMIL DI LUAR NIKAH DI WILAYAH JOGOYUDAN JETIS YK TH 1999-2001
  204. SHOLAT JUM’AT DI SELAIN MASJID (STUDI KOPARASI MALIKIYYAH DAN SYAFIIYYAH
  205. KONSEP PENGELOLAAN ZAKAT SEBAGAI SARANA PEMBERDAYAAN EKONOMI UMAT (STUDI ANALISIS ATAS PEMIKIRAN YUSUF AL QARDAWI DAN RELEVANSINYA DALAM KONTEKS KE INDONESIAAN
  206. HUKUM TA’ADDUD AL JUM’AT 9STUDI PERBANDINGAN ANTARA MAZHAB HANAFI DAN MAZHAB SYAFI’I)
  207. SHOLAT JUM’AT (STUDI KOMPARATIF ANTARA PEMIKIRAN T.M. HASBI ASH SHIDDIQY DAN KYAI MOCHAMMAD MUCHTAR MU’THI)
  208. STUDI PEMIKIRAN M DAWAM RAHARJO TTG ZAKAT DAN IMPLEMENTASINYA PADA PENGELOLAAN DAN PENDAYAGUNAAN ZAKAT
  209. TINJAUAN HUKUM ISLAM TERHADAP ADAT PELANGKAH DALAM PERKAWINAN DI MINOMARTANI NGAGLIK SLEMAN YK
  210. ARGUMENTASI METODOLOGIS ZAKAT PROFESI DALAM MUHAMMADIYAH 2002 ZAKAT PROFESI SY.64/AJ SHOLAT JUM’AT BERTEPATAN DG HARI RAYA (STUDI KOMPARASI PENDAPAT IMAM ASY SYAFI’I DAN IMAM AHMAD IBN HAMBAL)
  211. STUDI KOMPARATIF ANTARA MAZHAB HANAFI DAN SYAFII TENTANG SUJUD SAHWI, SUJUD TILAWAH DAN SUJUD SYUKUR
  212. PELAKSANAAN ZIARAH PETILASAN SUNAN BONANG DI BONANG LASEM REMBANG (STUDI KOMPARASI BUDAYA ISLAM SINKRETIS DAN ISLAM NORMATIF)
  213. HUKUM SHOLAT QOSOR BAGI MUSAFIR (PANDANGAN MAZHAB HANAFI DAN MAZHAB SYAFIIYAH)
  214. TINJAUAN HUKUM ADAT TERHADAP PENINGSET DAN ASOK TUKON DALAM PERKAWINAN DI KEC. WIROBRAJAN
  215. PERKAWINAN BEDA AGAMA DALAM PERSPEKTIF HUKUM ISLAM (PERBANDINGAN ANTARA PENDAPAT TM HASBI ASH SHIDIEQY DAN YUSUF AL QARDAWI)
  216. JABAT TANGAN ANTARA ORANG LAKI-LAKI DG PEREMPUAN BUKAN MAHRAM MENURUT PENDAPAT HASBI ASH SHIDDIQY DAN AHMAD HASSAN
  217. STUDI PENDAPAT HASBI ASH SHIDDIEQY TTG HUKUM BERJABAT TANGAN ANTARA LAKI-LAKI DAN PEREMPUAN
  218. JUDICIAL REVIEW DAN PENERAPANNYA DI INDONESIA (STUDI PERBANDINGAN HUKUM ISLAM DAN HUKUM POSITIF TERHADAP PUTUSAN MAHKAMAH KONSTITUSI PASAL 60 HURUF G UU NO 12 TH 2003 TTG PEMILU DPR, DPD DAN DPRD)
  219. INDEPENDENSI MAHKAMAH SYARI’AH NANGROE ACEH DARUSSALAM (TELAAH BAB XII PASAL 25-26 UU NO 18 TH 2001)
  220. DISPENSASI NIKAH DI BAWAH UMUR MENURUT UNDANG-UNDANG NO 1 TH 1974 (STUDI PENETAPAN PA YK TH 2002-2005)
  221. PELAKSANAAN PASAL 57 AYAT (3) UU NO 7 TH 1989 JO UU NO 3 TH 2006 (DALAM TINJAUAN HUKUM ACARA ISLAM)
  222. PEMBATALAN PERKAWINAN POLIGAMI KARENA TIDAK ADANYA IZIN ISTERI (STUDI ANALISIS ATAS PUTUSAN PA YK PERKARA NO 159/PDT G/2006/PA YK )
  223. PANDANGAN TOKOH MUHAMMADIYAH KLATEN TERHADAP NIKAH HAMIL DAN PENANGGULANGANNYA
  224. PENGAKUAN AYAH BIOLOGIS TERHADAP ANAK LUAR NIKAH (STUDI TERHADAP PUTUSAN PA SLEMAN TH 2006 NO 408/PDT G/2006/PA SLEMAN)
  225. PEMBERATAN PIDANA BAGI PEMUFAKATAN JAHAT DALAM TINDAK PIDANA PSIKOTROPIKA PERSPEKTIF HUKUM PIDANA ISLAM
  226. TINJAUAN HUKUM ISLAM TERHADAP PERLINDUNGAN KONSUMEN DALAM TRANSAKSI JUAL BELI JASA NADA TUNGGU
  227. KAWIN PAKSA SEBAGAI ALASAN PERCERAIAN (STUDI TERHADAP PUTUSAN PA YK NO 142/PDT G/ 2006/ PA YK)
  228. PENGABAIAN NAFKAH LAHIR SEBAGAI ALASAN GUGATAN PERCERAIAN DI PA TULUNGAGUNG TH 2003-2005
  229. IZIN POLIGAMI TANPA ADANYA ALASAN DALAM PASAL 4 AYAT (2) UU NO 1 TH 1974 TTG PERKAWINAN (STUDI TERHADAP PUTUSAN PA BANTUL TH 2005
  230. MUSYAWARAH DI BMT DANA SEJAHTERA DALAM TINJAUAN HUKUM ISLAM
  231. TINJAUAN HUKUM ISLAM TERHADAP PEMBATALAN PENGANGKATAN ANAK (STUDI TERHADAP PUTUSAN PA SLEMAN NO 197/PDT G/2006/PA SMN)
  232. TINJAUAN HUKUM ISLAM TERHADAP PENGARUH HARGA JUAL BARANG JAMINAN ATAS BIAYA IJARAH PADA PEGADAIAN SYARIAH (STUDI DI PEGADFAIAN SYARIAH KUSUMANEGARA YK)
  233. TINJAUAN HUKUM ISLAM TERHADAP PRAKTEK JUAL BELI PESANAN PERHIASAN PERAK PADA KOPERASI PENGUSAHA PENGRAJIN PEAK (KP3Y) DI KOTAGEDE YK
  234. STUDI KASUS KEPUTUSAN PA BOYOLALI TENTANG ALASAN-ALASAN PERCERAIAN DI KALANGAN PNS TH 1997-1999
  235. STUDI TERHADAP PENOLAKAN IZIN POLIGAMI DI PA YK TAHUN 2005
  236. PELAKSANAAN HUKUM KEWARISAN DALAM LINGKUNGAN ADAT KAMPUNG NAGA, DESA NEGLASARI KEC. SALAWU KAB.  TASIKMALAYA DITINJAU DARI HUKUM ISLAM
  237. TINJAUAN HUKUM ISLAM TERHADAP PEMBAGIAN HARTA BERSAMA DARI PASANGAN NIKAH SIRI (STUDI KASUS DI DESA JAMBON KEC. PEDAN KAB. KLATEN)
  238. ISBAT POLIGAMI (STUDI TERHADAP PUTUSAN NO 136/PDT G/2004/PA WT TENTANG PEMBUKTIAN DAN PERTIMBANGAN HAKIM DI PA WATES)
  239. PENEGAKAN HUKUM BAGI PELAKU PEMBALAKAN LIAR PERSPEKTIF HUKUM POSITIF DAN HUKUM ISLAM
  240. TINDAK PIDANA PERDAGANGAN ANAK DALAM PERSPEKTIF HUKUM PIDANA ISLAM (ANALISIS PASAL 17 UU NO 21 TH 2007 TENTANG PEMBERANTASAN TINDAK PIDANA PERDAGANGAN ORANG)
  241. REMISI DALAM PERSPEKTIF HUKUM ISLAM (STUDI TERHADAP KEPUTUSAN PRESIDEN RI NO 174 TH 1999)
  242. PEMBERIAN NAFKAH KEPADA SUAMI (STUDI ATAS PANDANGAN IBN HAZM)
  243. PRAKTEK JUAL BELI BILYET GIRO (PIUTANG) DI DESA MENGANTI KEDUNG JEPARA DALM PENDAPAT IMAM MALIK DAN IMAM ASY-SYAFI’I
About these ads