mengangkat tangan pada tasyahudSudah menjadi kebiasaan masyarakat muslim di berbagai daerah, khususnya masyarakat Nahdliyyin ketika duduk bertasyahud dalam shalat, biasanya kedua tangan diletakkan di atas paha, tetapi jari-jari kanan digenggamkan kecuali jari telunjuk, dan pada saat membaca kalimat “Illahhah (الا الله)”, jari telunjuk tersebut diangkat.

Dari praktek tersebut, maka hokum mengangkat jari telunjuk pada saat membaca kaimat Illallah adalah Sunnah, sebagaimana yang dijelaskan Nabi Muhammad SAW dalam hadist yang diriwayatkan oleh Imam Muslim, yaitu:

عن على بن عبد الرحمن المعاوى أنه قال رانى عبد الله بن عمرو وأنا أعبث بالحصى فى الصلاة فلما انصرف نهانى فقال أصنع كما كان رسول الله صلى الله عليه وسلم يصنع فقلت وكيف كان رسول الله صلى الله عليه وسلم قال كان اذا جلس فى الصلاة وضع كفّه اليمنى على فخذه اليمنى وقبض أصابعه كلّها وأشار بأصبعه التى تلى الابهام ووضع كفّه اليسرى على فخذه اليسرى

Diriwayatkan dari Ali bin Abdirrahman Al-Mu’awi, beliau bercerita bahwa, pada suatu saat Ibn Umar ra melihat saya sedang mempermainkan kerikil setelah shalat. Setelah saya selesai shalat, beliau menegur saya lalu berkata, apabila kamu shalat maka kerjakan sebagaimana yang dilaksanakan Rasulullah SAW dalam shalatnya. Ibn Umar berkata, apabila Nabi SAW duduk melaksanakan shalat, beliau meletakkan telapak tangan kanannya di atas paha kanannya dan menggenggam semua jemarinya. Kemudian berisyarat dengan mengangakat jari telunjuknya ketika mengucapkan Illallah, dan meletakkan telapak tangan kirinya di atas paha kirinya.

Dari hadist inilah, Ibnu Ramlan berkomentar dalam kitabnya Matan Zubad sebagai berikut:

وعند الا الله فالمهلّلة  #  ارفع لتوحيد الذى صلّيت له

Ketika mengucapkan Illallah maka angkatlah jari telunjukmu untuk meng-esa-kan dzat yang engkau sembah.

About these ads