Telah diketahui bersama bahwa perbedaan bujur berpengaruh pada perbedaan waktu. Marilah kita telaah lebih lanjut bagaimana persisnya perbedaan itu terjadi. Kalau kita cermati peta dunia, pada bujur 180o terdapat garis batas tanggal. Garis ini menunjukkan bahwa dalam waktu yang bersamaan, wilayah di sebelah barat batas (Hongkong, Jepang, Papua New Guenia, Tasmania, Australia dan Asia seluruhnya) sudah menunjukkan hari senin, tetapi di wilayah sebelah timur garis (Meksiko, Canada, Amerika Utara, Tengah dan selatan) masih hari senin.

Hal ini menunjukkan bahwa seluruh wilayah di permukaan bumi ini masing-masing mengalami waktu yang berbeda satu sama lain. Akan sangat terasa mudah kita pahami ketika kita menyaksikan suatu acara siaran langsung atau berkomunikasi secara langsung melalui media elektronik (TV, internet, telepon, dll) secara lintas Negara atau benua. Pasti akan kita rasakan bahwa waktu di tempat acara berbeda dengan waktu di tempat kita. Seberapa jauh perbedaan waktu tersebut? Masilah kita bahas lebih lanjut perbedaan waktu ini. Adapun waktu tersebut adalah sebagai beirkut:

Bujur yang melingkari permukaan bumi adalah +180o bujur barat (BB) dan -180o bujur timur (BT), yang kalau dijumlahkan seluruh permukaan bumi adalah 360o. waktu matahari yang digunakan rata-rata untuk sehari semalam adalah 24 jam.

Jadi setiap (360 / 24) = 15o bujur waktunya berbeda 1 jam (60 menit), atau setiap 1o berbeda 4 menit. Dengan demikian nilai bujur suatu tempat menentukan perbedaan waktu. Tiap selisih 15o berbeda waktunya adalah 1 jam, atau tiap selisih 1o terjadi perbedaan waktu selama 4 menit.

Pedoman waktu yang digunakan di dunia adalah waktu yang berlaku di kota Greenwich, atau biasa disebut GMT (Greenwich Mean Time). Wilayah yang berada di sebelah timur kota Greenwich (Bujur Timur) setiap selisih 15o bujur waktunya bertambah 1 jam. Sebaliknya wilayah di sebelah barat kota ini (Bujur Timur) setiap 15o bujur waktunya berkurang 1 jam.

Selisih waktu sebenarnya dapat dihitung berdasarkan selisih bujur dibagi dengan 15o. misalnya kota Jakarta yang bujurnya 107o BT dan kota Surabaya yang 112o 45’ maka perbedaan waktunya adalah:

(112o45’ – 107o)/15 = 5o45’/15 = 0,38333 = 0 jam 23 menit.

 

 

 

Perlu diketahui bahwa perbedaan waktu tersebut adalah waktu sebenarnya (waktu haqiqi) dari masing-masing tempat, atau biasa dinamakan waktu istiwa’. Sedangkan untuk masing-masing Negara secara politis telah ditetapkan waktu daerah dengan berpedoman pada bujur-bujur istimewa.

Untuk kepentingan keseragaman dalam penetapan waktu, masing-masing Negara telah menetapkan ketentuan daerah waktu. Khusus untuk Indonesia, karena wilayahnya menyebar mulai 92o BT sampai dengan 141o BT, maka berdasarkan Peraturan Pemerintah RI nomor 243 tahun 1963 yang disempurnakan dengan PP nomor 41 tahun 1987,[1] maka ditetapkan memiliki tiga waktu, yakni:

  1. Waktu Indonesia Bagian Barat (WIB) dengan berpedoman pada 105o BT dan selisih waktu 7 (tujuh) jam dari GMT, yang meliputi seluruh pulau Sumatera, Jawa, Madura dan sebagian Kalimantan (Barat dan Tengah).
  2. Waktu Indonesia Bagian Tengah (WITA) dengan berpedoman pada 120o BT dan selisih waktu 8 (delapan) jam dari GMT, yang meliputi Kalimantan Timur dan Selatan, Bali, seluruh Kepulauan Nusa Tenggra dan Sulawesi.
  3. Waktu Indonesia Bagian Timur (WIT) dengan berpedoman pada 135o BT dan selisih waktu 9 (sembilan) jam dari GMT, yang meliputi Kepulauan Maluku dan Irian Jaya (Papua).

 


[1]                               Departemen Agama RI, Ephemeris Hisab Rukyat 2003 – Jakarta, Direktorat Pembinaan Peradilan Agama Departemen Agama RI, 2003. p. 433 – 435